Showing posts with label MIKROTIK. Show all posts
Showing posts with label MIKROTIK. Show all posts

Monday, 2 April 2018

MTCRE Hari Pertama | BLC Telkom Klaten

Assalamu'alaikum WR.WB
A. Pendahuluan
Bismillahirrahmanirrahim, Pada kali ini saya akan memberikan sebuah artikel yang berisi tentang Training MTCRE Hari Pertama di BLC Telkom Klaten, Materi yang dibahasa yaitu tentang routing, tapi disini saya akan membahas OSPF.

B. Pengertian
OSPF adalah dynamic routing protocol yang termasuk dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol). OSPF memiliki kemampuan link-state dan algoritma Djikstra.

Friday, 30 March 2018

Perkenalan Mikrotik dan Basic Configuration | MTCNA

Pengertian
Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor di Latvia, yang dibentuk oleh John Trully dan Arnis Riektnis

Lama Pelaksanaan
09.00 - 17.30

Pembahasan
DHCP dalam mikrotik sangat membantu dalam mempermudah pemberian IP. proses pemberian DHCP ada 4 cara yaitu discover, offer, request, dan ack. yang diberikan DHCPminimal IP address dan subnetmask. Bridge berjalan pada layer 2. fitur ini menggabungkan 2 port atau interfaces mikrotik menjadi 1 broadcast domain.




routing static menghubungkan banyak network supaya dapat terhubung. saat melakukan routing akan muncul routing table dan routing flags. routing static ini, berada pada distance 1.


wireless menggunakan protokol 802.11. teknologi wireless terbaru yaitu ac. setting AP pada mikrotik dengan menerapkan access list dan mikrotik yang berfungsi sebagai client menerapkan connect list.

firewall memiliki 3 chain yaitu input, output, dan forward. chain input untuk packet yang masuk ke router. chain output untuk packet yang keluar dari router dan chain forward untuk hanya melewatkan router saja.

Hasil yang Didapat
 Selama saya dan teman-teman training 2 hari kami mendapatkan penjelasan dan juga lebih mendalami mengenai pembentukan topologi jaringan yang lebih efisien dan lebih ringkas.

Thursday, 29 March 2018

Pendaftaran Akun Mikrotik

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar semua?? postingan hari ini akan membahas mengenai cara mendaftar akun di MikroTik.com. Kita mulai saja pembahasannya, berikut ini.
Daftar Akun MikroTik



A)Pendahuluan
A.1 Pengertian
Mikrotik.com adalah situs resmi yang Mikrotik di situs ini kita dapat mendaftar untuk mengikuti training mikrotik.
A.2 Latar Belakang
Untuk mengikuti training Mikrotik kita harus memiliki akun untuk dapat mengikuti training.
A.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari pembahasan ini adalah untuk membahas bagaimana daftarakun di mikrotik.com.
A.4 Hasil yang Diharapkan
Diharapkan dapat mendaftar akun mikrotik.
A.5 Alat dan Bahan
Laptop, dan koneksi internet.
B)Pembahasan
B.1 Pembahasan
Sebelum kita membuat akun mikrotik kita harus punya Email untuk mendafatar akun mikrotik. Disarankan kita menggunakan email Gmail, sebenarnya kalau menggunakan email lain juga bisa akan tetapi karena saya menggunakna email Gmail jadi saya akan membahas menggunakn email gmail. Sebenarnya perbedaannya tidak terlalu jauh hanya berbeda tampilan saja. Setelah kita punya email, langsung saja buka di browser perangkat anda link daftar akun mikrotik di link https://mikrotik.com/client/register, setelah membuka link tersebut akan muuncul form pendaftaran.
Isi form tersebut sesuai data data anda dengan benar.
Isikan alamat surel, nama lengkap <untuk nama lengkap akan isikan dengan benar dan penulisannya menggunakan huruf kapital semua atau kapital di awal kata, karena ini akan tercantum dalam sertfikat jika lulus>, setelah nama akan organisasi atau kelompok, negara, alamat, kota, kode pos, nomor handphone, provinsi, website, lokasi, dan yang terakhir menverifikasi bahwa yang mendaftar adalah manusia. Setelah data yang dimasukkan telah benar kita klik register.
Kemudian kita buka email kita, cek bila ada email masuk dari no-reply@mikrotik.com isi dari emailnya adalah usernam dan password sementara dari akun mikrotik yang telah kita buat. Kemudian login menggunakna akun dan password tersebut. Tampilannya akan masuk pada tampilan untuk mengganti password sementara yang menjadi password yang akan kita buat sendiri, setelah itu ganti password sesuai yang kita inginkan. Nah kita sudah berhasil membuat akun mikrotik, selanjutnya kita jika login menggunakan password yang telah kita buat sendiri. Gamang kan membuat akunnya??
B.2 Jangka Waktu Pelaksanaan
Tergantung koneksi internet.
B.3 Temuan Permasalahan
Tidak ada.
C)Penutup
C.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa mendaftar akun Mikrotik itu hanya mudah dan tidak ribet.
C.2 Referensi dan Daftar Pustaka
Training MTCNA bLC TELKOM
Sekian postingan hari ini. Semoga bermanfaat, Terima Kasih.
Wassalamu'alaikum Wr Wb

Saturday, 10 March 2018

Interkoneksi Jaringan Dengan Tunneling di MikroTIK

Assalamualaikum Warahmatullahi WabarakatuhGambar terkait



    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 10 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> cara tunneling di mikrotik.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian

       Router adalah perangkat jaringan yang meneruskan paket data antar jaringan komputer . Router melakukan fungsi mengarahkan lalu lintas di Internet . Paket data biasanya diteruskan dari satu router ke router lain melalui jaringan yang membentuk sebuah internetwork sampai mencapai simpul tujuannya.

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui cara tunneling di mikrotik.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang cara tunneling di mikrotik


 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham cara tunneling dengan mikrotik.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 

Pada saat sebuah peruahaan memiliki kantor cabang, biasanya perusahaan menginginkan antara kantor pusat dengan kantor cabang bisa saling interkoneksi. Dapat melakukan file sharing, VOIP, dan kebutuhan pertukaran informasi dalam jaringan lainnya. Masalah muncul apabila ternyata kantor pusat dengan kantor cabang berbeda kota. Akan butuh biaya mahal jika harus membangun infrastruktur kabel/wireless/fiber-optic yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor pusat dengan kantor cabang. MikroTik memberikan solusi yang cukup ekonomis dan reliable untuk masalah ini, salah satunya dengan Tunnel.
Untuk membangun tunnel, kedua kantor baik kantor cabang maupun kantor pusat harus terkoneksi ke internet dan memiliki IP public static. Tunneling merupakan salah satu cara untuk membangun sebuah jalur  antar mikrotik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. Jika digambarkan dalam bentuk topologi, akan terlihat seperti berikut :
Nantinya, jaringan lokal dibawah router di kantor cabang dan router di kantor pusat akan bisa saling bertukar informasi dan bertukar file. Kita coba jabarkan topologi secara teknis agar lebih mudah bagi kita untuk memahami penerapan tunnel ini. 
Jika kita perhatikan jaringan lokal di Head Office dan Branch Office memiliki segment network yang sama. Dan nantinya kedua jaringan lokal ini akan dapat saling berkomunikasi dengan memanfaatkan fitur tunneling di MikroTik.

Ethernet over IP (EoIP)
Merupakan protocol pada Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk membangun sebuah Network Tunnel antar MikroTik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. EoIP merupakan protokol proprietary MikroTik (support juga di linux tetapi harus di-compile manual). Maka untuk menggunakan fitur ini, router di Head Office dan router di Branch Office harus sama - sama menggunakan router MikroTik. EoIP menggunakan Protocol GRE (RFC1701).
Dari detail topologi yang sudah digambarkan diatas, kita akan coba implementasikan dengan EoIP. Maka kita bisa lakukan langkah konfigurasi sebagai berikut. Pertama, tambahkan interface EoIP di menu "Interfaces". Klik tombol + (add), kemudian pilih EoIP. Langkah ini dilakukan di kedua router, baik router di Head Office maupun router di Branch Office 
Akan muncul properties interface baru yang perlu kita setting, yang paling penting adalah parameter "Remote Address" dan "Tunnel ID". Pada saat setting router MikroTik disisi Head Office, isi parameter Remote Address dengan IP Public yang dimiliki oleh router yang ada di Branch Office. Lakukan hal yang sama ketika setting router disisi Branch Office, bisa dianalogikan seperti bertukar informsi IP Public. Kemudian pada parameter Tunnel ID, pastikan memiliki nilai yang sama antara Tunnel ID router Head Office dengan router Branch Office. 
Jika EoIP sudah berjalan dan muncul flag "R", selanjutnya kita buat bridge yang nanti akan menjembatani transmisi data dari jaringan LAN yang akan melewati EoIP. Masuk ke menu Bridge, kemudian klik tombol + (add). Isi nama bridge sesuai keinginan.
Selanjutnya, tambahkan interface EoIP dan interface ethernet yag terkoneksi ke jaringan lokal LAN ke dalam Port Bridge. Jadi ada dua interface yang menjadi port bridge.
Jika sudah selesai, coba ping antar host dari jaringan lokal dibawah router, misal dari host lokal yang berada di Head Office ping ke host yang berada di Branch Office.

IP-in-IP (IPIP)
Salah satu alternatif tunnel selain menggunakan EoIP adalah dengan menggunakan IPIP. Implementasi IPIP di mikrotik berdasarkan RFC2003. Protokol IPIP berkerja dengan mengenkapsulasi paket data dari satu IP ke IP lain untuk membentuk network tunnel. Berbeda dengan EoIP yang hanya bisa digunakan untuk router yang sama - sama MikroTik, IPIP dapat berjalan hampir di semua jenis router selama router tersebut mendukung protokol IPIP. Akan tetapi, IPIP tidak dapat di-bridge sehingga jringan lokal dibahwa router Head Office dan Branch Office harus menggunakan segmen IP addres yang berbeda. Misalkan kita akan membangun tunnel IPIP dengan topologi sebegai berikut :

Hampir sama dengan EoIP, buat interface IPIP di kedua router, router Head Office dan router Branch Office. Masuk ke menu "Interfaces", klik tombol + (add), kemudian pilih IP Tunnel.
Pada parameter "Local Address", isi dengan IP Pubic yang ada di router itu sendiri, dan isi parameter "Remote Address" dengan IP Public router lawan. Misal untuk router Head Office local-address adalah 202.1.2.1 dan remote-address adalah 202.2.3.1. Hal serupa juga dilakukan disisi Branch Office.
Jika IP Tunnel sudah terbentuk, tambahkan IP address pada interface tunnel tersebut. Masuk ke menu "IP Address", kemudian klik tombol + (add). IP address yang ditambahkan di sisi Head Office dan Branch Office harus satu segmen. Pada contoh dibawah ini kita tambahkan IP Address 192.168.2.1/24 disisi Head Office dan IP address 192.168.2.2/24 disisi Branch Office.
Sekarang coba lakukan ping antar router dengan menggunakan IP address yang baru saja dipasang tadi. Jika IP Tunnel udah berjalan, maka ping akan berjalan normal dengan menggunakan segmen IP 192.168.2.0/24. Pertanyaannya apakah jaringan lokal di kedua kantor sudah bisa interkoneksi ? dan ternyata belum bisa saling interkoneksi karena berbeda segmen. Kita perlu membuat rule static route agar kedua jaringan bisa saling mengenal walaupun berbeda segmen.
Setelah kita tambahkan rule routing tadi, host yang berada di jaringan lokal Head Office akan bisa saling interkoneksi dengan host yang berada di jaringan lokal Branch Office.

C.Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu jika menggunakan Tunneling kita dapat mengirimkan data melalui koneksi lain yang sudah terbentuk.

D. Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Friday, 9 March 2018

Apa itu Quality of Service (QoS)

Assalamualaikum warohmatullah
Pertama-tama dan yang paling utama serta yang paling di utamakan kita panjatkan Puja dan Puji serta Syukur kehadirat Dzat Illahi Robbi, tuhan sang pencipta alam semesta, yakni Allah SWT tak lupa juga kita kirimkan solawat beserta salam kepada junjungan alam, Nabi yang mampu membimbing umatnya dari jaman Jahiliyyah ke jaman yang indah penuh berkah, yakni Nabi Muhammad SAW, tak lupa pada keluarganya, para sahabat, tabi’in atba’uttabi’in serta mudah-mudahan sampai kepada kita yang berada di akir jaman sebagai umatnya… Amiin Allahumma Amiin…

09 Maret 2018 PKL (Praktek Kerja Lapangan) di BLC Telkom Klaten, yaitu:
  • Apa itu Quality of Service (QoS)


A. Pendahuluan
1. Pengertian
Quality of Service (QoS) merupakan mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.

2. Maksud dan Tujuan
  • Mempersiapkan diriuntuk memasuki lapangan kerja
  • Agar menjadi lebih disiplin dan tanggung jawab tentang pekerjaan
  • Mendapatkan ilmu dan keterampilan baru

3. Hasil Yang Di Harapkan
  • Mendapatkan wawasan tentang dunia kerja yang sesungguhnnya
  • Mendapatkan ilmu dan pengalaman kerja, sehingga ketika di dunia kerja yang sesungguhnya saya dapat mengimplementasikannya

B. Alat dan Bahan
  • E-book dan Referensi QoS
C. Jangka Waktu Pelaksanaan
  • Dari Pukul 08.00-selesai
D. Proses dan Tahap Pelaksanaan dan/atau Isi Pembahasan

Quality of Service (QoS) merupakan mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
Kinerja jaringan komputer dapat bervariasi akibat beberapa masalah, seperti halnya masalah bandwidth, latency dan jitter, yang dapat membuat efek yang cukup besar bagi banyak aplikasi. Sebagai contoh, komunikasi suara (seperti VoIP atau IP Telephony) serta video streaming dapat membuat pengguna frustrasi ketika paket data aplikasi tersebut dialirkan di atas jaringan dengan bandwidth yang tidak cukup, dengan latency yang tidak dapat diprediksi, atau jitter yang berlebih. Fitur Quality of Service (QoS) ini dapat menjadikan bandwidth, latency, dan jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut yang ada.
Dalam jaringan packet-switched, Qos dipengaruhi oleh beberapa factor yang dibagi menjadi factor manusia dan factor teknis. Faktor manusia terdiri dari : stabilitas service, ketersediaan service, waktu tenggang, dan informasi pengguna. Faktor teknis terdiri dari keandalan, skalabilitas, efektifitas, dan maintanabilitas.
Banyak hal dapat terjadi pada paket saat paket – paket itu dikirimkan dari asal ke tujuannya. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut:

Low throughput
Oleh karina muatan yang bervariasi dari pengguna yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, bit rate dapat disediakan pada data stream terkait. Namun, hal itu terlalu rendah untuk realtime multimedia service jika seluruh data stream mendapat prioritas penjadwalan yang sama.

Dropped packets
Router mungkin akan menjatuhkan beberapa paket jika data – datanya korup atau paket – paket itu tiba pada saat elemen penyangganya sudah penuh. Aplikasi yang menerimanya mungkin akan meminta agar informasi ditransmisikan. Hal ini mengakibatkan waktu tenggang yang cukup lama pada transmisi secara umum.

Errors
Kadang – kadang paket mengalami korup akibat kesalahan yang disebabkan oleh noisedan interference, khususnya pada komunikasi nirkabel dan pada kabel copper yang panjang. Receiver harus mendeteksi hal ini dan jika paket dijatuhkan, receiver meminta agar informasi yang terkait hal itu ditransmisikan.

Latency
Akan terjadi waktu tenggang yang cukup lama bagi sebuah paket untuk meraih tujuannya, karena paket itu ditahan di dalam antrian atau mengambil rute yang agak jauh untuk menghindari kemacetan. Pada beberapa kasus waktu tenggang yang berlebihan dapat menjadikan aplikasi tidak berguna.

Jitter
Paket – paket yang berasal dari sumber akan mencapai tujuan dengan waktu tenggang yang berbeda. Sebuah paket delay akan memiliki posisi yang bervariasi dalam antrian router sepanjang jalur antara asal dan tujuan. Posisinya dapat bervariasi secara tidak terduga. Variasi dari waktu tenggang ini disebut dengan istilah jitter. Jitter dapat mempengaruhi kualitas dari streaming audio / video.

Out-of-order delivery
Ketika beberapa paket – paket yang terkait dikirimkan melalui sebuah jaringan, paket – paket yang berbeda bias saja mengambil rute yang berbeda. Hal ini mengakibatkan waktu tenggang yang berbeda pula. Hasil dari proses ini mengakibatkan paket – paket tiba pada urutan yang berbeda dari urutan ketika mereka dikirimkan. Masalah ini membutuhkan protocol tambahan khusus yang bertanggung jawab untuk mengatur ulang paket yang sudah terlambat. Pengaturan dilakukan dalam tahaoan isochronous sessat paket tersebut mencapai tujuannya. Secara khusus, hal ini penting diperlukan untuk video dan VoIP ketika kualitas dipengaruhi secara dramatis oleh waktu tenggang dan urutan yang berkurang.

QoS pada Beberapa Aplikasi
Qos pada aplikasi pengiriman bisa saja berbeda. Aspek penilaian QoS dari media – media yang terkait adalah pada factor yang mempengaruhi QoS. Secara umum aspek – aspek penilaian itu dibedakan menjadi Bandwidht, Delay, Jitter, dan Loss.



Aplikasi – aplikasi berbeda dalam aspek kebutuhan bandwidth. Misalnya, email, audio streaming, dan remote login tidak membutuhkan terlalu banyak. Sedangkan file sharing dan video streaming membutuhkan banyak bandwidth.
Pada aspek kebutuhan waktu tenggang, aplikasi file transfer : email dan video, tidak seberapa mengharuskan waktu tenggang yang rendah. Jika seluruh paket ditunda secara bertahap tiap detik, maka tidak ada masalah yang berarti. Aplikasi interaktif seperti web browser, remote login, mengharuskan waktu tenggang yang rendah. Aplikasi yang realtime seperti video conference, telepon sangat membutuhkan waktu tenggang yang rendah. Jika setiap perkataan dalam aplikasi telepon ditunda lama, maka penguna tidak akan menerima koneksinya dengan baik.
Variasi waktu tenggang pada aplikasi – aplikasi pengiriman data disebut jitter. Tiga aplikasi pertama : Email, File sharing, dan Web access membutuhkan interval pengiriman yang tidak terlalu teratur. Remote login membutuhkan interval pengiriman data yang lebih teratur karena layar akan menampilkan bintik – bintik jika koneksi mengalami gangguan pada waktu pengirimannya. Video dan audio streaming sangat sensitif terhadap interval pengiriman yang tidak teratur. Jika pengguna sedang menonton video dan frame mengalami penundaan misalnya 2000 detik, tidak ada masalah yang terjadi. Namun, jika waktu penundaan bervariasi secara acak antara 1 atau 2 detik, tayangan videonya akan sangat buruk dan menjengkelkan. Begitu juga pada transmisi audio streaming. Audio streaming membutuhkan jitter yang tidak lebih dari 1 milisecon

E. Hasil Yang Di Dapatkan
  • Mengetahui apa itu QoS

F. Kesimpulan
Tiap aplikasi yang melakukan pengiriman data membutuhkan quality of service yang berbeda – beda. Hal ini dibedakan berdasarkan karakteristik data yang ditransmisikan dan berdasarkan fungsi dari aplikasi tersebut. Quality of service pada suatu aspek penilaian bisa rendah jika aspek tersebut tidak dibutuhkan oleh aplikasi. Sebaliknya, aplikasi tertentu menuntut QoS pada suatu aspek yang tinggi jika aspek tersebut sangat penting pada fungsionalitas aplikasi.

G. Referensi
https://teknologibroadband.wordpress.com/2014/06/16/tujuan-qos/

Sekian artikel dari saya kali ini, semoga ada manfaatnya…
Dan Terimakasih sudah berkunjung di Blog saya…

Wassalamualaikum

Thursday, 8 March 2018

Konsep Dasar Routing RIP

Assalamualaikum warohmatullah
Pertama-tama dan yang paling utama serta yang paling di utamakan kita panjatkan Puja dan Puji serta Syukur kehadirat Dzat Illahi Robbi, tuhan sang pencipta alam semesta, yakni Allah SWT tak lupa juga kita kirimkan solawat beserta salam kepada junjungan alam, Nabi yang mampu membimbing umatnya dari jaman Jahiliyyah ke jaman yang indah penuh berkah, yakni Nabi Muhammad SAW, tak lupa pada keluarganya, para sahabat, tabi’in atba’uttabi’in serta mudah-mudahan sampai kepada kita yang berada di akir jaman sebagai umatnya… Amiin Allahumma Amiin…

08 Maret 2018 PKL (Praktek Kerja Lapangan) di BLC Telkom Klaten, yaitu:
  • Konsep Dasar Routing RIP


A. Pendahuluan
1. Pengertian
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). 

2. Maksud dan Tujuan
  • Mempersiapkan diriuntuk memasuki lapangan kerja
  • Agar menjadi lebih disiplin dan tanggung jawab tentang pekerjaan
  • Mendapatkan ilmu dan keterampilan baru
3. Hasil Yang Di Harapkan
  • Mendapatkan wawasan tentang dunia kerja yang sesungguhnnya
  • Mendapatkan ilmu dan pengalaman kerja, sehingga ketika di dunia kerja yang sesungguhnya saya dapat mengimplementasikannya

B. Alat dan Bahan
  • E-book dan Referensi Routing RIP
C. Jangka Waktu Pelaksanaan
  • Dari Pukul 08.00-selesai
D. Proses dan Tahap Pelaksanaan dan/atau Isi Pembahasan

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP).

RIP (Routing Information Protocol)
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Cara Kerja RIP
1.      Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
2.      Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
3.      Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
4.      Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
5.      Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
6.      Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

Karakteristik dari RIP:
1.      Distance vector routing protocol
2.      Hop count sebagi metric untuk memilih rute
3.      Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
4.      Secara default routing update 30 detik sekali
5.      RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
6.      RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update
Image result for RIP (Routing Information Protocol)
Kelebihan dan Kekurangan

1. Kelebihan
RIP  menggunakan  metode  Triggered  Update.  RIP  memiliki  timer  untuk mengetahui  kapan  router  harus  kembali  memberikan  informasi  routing.  Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan  informasi  routing  karena  dipicu  oleh  perubahan  tersebut  (triggered update). Mengatur  routing  menggunakan  RIP  tidak  rumit  dan  memberikan  hasil  yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan
2. Kekurangan
Dalam implementasi RIP memang mudah untuk digunakan, namun RIP mempunyai masalah serius pada Autonomous System yang besar, yaitu :
  • Terbatasnya diameter network, Telah disebutkan sedikit di atas bahwa RIP hanya bisa menerima metrik sampai 15. Lebih dari itu tujuan dianggap tidak terjangkau. Hal ini bisa menjadi masalah pada network yang besar.
  • Konvergensi yang lambat,  Untuk menghapus entry tabel routing yang bermasalah, RIP mempunyai metode yang tidak efesien. Seperti pada contoh skema network di atas, misalkan subnet 10 bernilai 1 hop dari router 2 dan bernilai 2 hop dari router 3. Ini pada kondisi bagus, namun apabila router 1 crash, maka subnet 3 akan dihapus dari table routing kepunyaan router 2 sampai batas waktu 180 detik. Sementara itu, router 3 belum mengetahui bahwa subnet 3 tidak terjangkau, ia masih mempunyai table routing yang lama yang menyatakan subnet 3 sejauh 2 hop (yang melalui router 2). Waktu subnet 3 dihapus dari router 2, router 3 memberikan informasi ini kepada router 2 dan router 2 melihat bahwa subnet 3 bisa dijangkau lewat router 3 dengan 3 hop ( 2 + 1 ). Karena ini adalah routing baru maka ia akan memasukkannya ke dalam KRT. Berikutnya, router 2 akan mengupdate routing table dan memberikannya kepada router 3 bahwa subnet 3 bernilai 3 hop. Router 3 menerima dan menambahkan 1 hop lagi menjadi 4. Lalu tabel routing diupdate lagi dan router 2 meneriman informasi jalan menuju subnet 3 menjadi 5 hop. Demikian seterusAnya sampai nilainya lebih dari 30. Routing atas terus menerus looping sampai nilainya lebih dari 30 hop.

3. Tidak bisa membedakan network masking lebih dari /24, RIP membaca IP address berdasarkan kepada kelas A, B dan C. Seperti kita ketahui bahwa kelas C mempunyai masking 24 bit. Dan masking ini masih bias diperpanjang menjadi 25 bit, 26 bit dan seterusnya. RIP tidak dapat membacanya bila lebih dari 24 bit. Ini adalah masalah besar, mengingat masking yang lebih dari 24 bit banyak dipakai. Hal ini sudah dapat di atasi pada RIPv2.
Jumlah  host  Terbatas.
  1. RIP  tidak  memiliki  informasi  tentang  subnet  setiap  route.
  2. RIP  tidak  mendukung  Variable  Length  Subnet  Masking  (VLSM), Ketika  pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

Versi
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.
1. RIP versi 1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
2. RIP versi 2
Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal jika semua protokol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan. Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus penyesuaian.
3. RIPng
RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:
  • Dukungan dari jaringan IPv6.
  • RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk otentikasi.
  • RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute , sedangkan RIPng tidak;
  • RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng membutuhkan penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu set entry route.

Batasan:
  • Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan angka 16
  • Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  • Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1).     
  • RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.


Cara kerja RIP
Proses RIP beroperasi dari port 520 UDP; semua pesan RIP di enkapsulasi dalam sebuah segment UDP dengan kedua port source dan destination di set 520. RIP mendefinisikan 2 jenis pesan (message): Request messages dan Response messages. Request message digunakan untuk meminta router neighbor mengirimkan update. Response message membawa update. Metric yang digunakan oleh RIP adalah hop count, dengan 1 menandakan network yang terhubung langsung (directly connected) dan 16 menandakan network unreachable.
Pada saat pertama kali aktif, RIP mem-broadcast keluar sebuah paket yang membawa Request message melalui semua interface yang mengenable RIP. Proses RIP kemudian memasuki fase mendengarkan Request RIP atau mengirimkan Response message. Neighbor yang menerima pesan Request akan mengirimkan Response yang berisi tabel routing mereka.
Ketika router yang merequest menerima Response message, router akan memproses informasi yang ada didalamnya. Jika terdapat entri route tertentu yang belum dikenali, maka router akan memasukkannya kedalam tabel routing beserta address dari router yang meng-advertise paket. Jika terdapat entri route yang ternyata sudah ada didalam tabel routing, maka entri yang sudah ada akan digantikan hanya jika entri route yang baru memiliki hop count yang lebih rendah. Jika hop count yang baru lebih tinggi daripada hop count yang telah tersimpan dan paket update berasal dari router next-hop yang tersimpan dalam tabel, maka entri route akan ditandai sebagai unreachable selama waktu yang terdapat dalam holddown period. Jika holddown period telah berakhir dan neighbor yang sama masih tetap meng-advertise entri dengan hop count yang lebih tinggi tersebut, maka metric yang baru (yang lebih tinggi) akan diterima.

E. Hasil Yang Di Dapatkan
  • Mengetahui apa itu Routing RIP

F. Kesimpulan
  • Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN

G. Referensi
http://putuparwatha.blogspot.co.id/2016/10/konfigurasi-router-rip-di-mikrotik.html

Sekian artikel dari saya kali ini, semoga ada manfaatnya…
Dan Terimakasih sudah berkunjung di Blog saya…

Wassalamualaikum

Popular Posts